Minggu, 07 Maret 2021

A.    Pengertian Sosiologi Komunikasi

           Sosiologi komunikasi merupakan salah satu mata kuliah ilmu komunikasi. Jika kita berbicara tentang ilmu komunikasi maka dapat dikatakan bahwa ilmu komunikasi merupakan ilmu yang multidisiplin, artinya komunikasi bergesekan dengan disiplin ilmu yang lain atau komunikasi tidak dapat berdiri sendiri. Jika kita berbicara komunikasi dalam konteks masyarakat maka kita juga harus mengkaitkannya dengan konteks sosiologi. Sosiologi memepelajari hubungan antara manusia dengan kelompok. [1]Jadi sosiologi komunikasi ada kaitannya erat dengan manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki interaksi satu sama lain. 

           Sosiologi komunikasi jika dilihat dari sudut pandang bahasa yakni sosiologi komunikasi diambil dari dua suku kata yakni “sosiologi” dan “komunikasi”. Sosiologi komunikasi sendiri yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi ditinjau dari segi sosiologis atau kemasyarakatan. Sedangkan menurut Soerjono Soekanto mengatakan sosiologi komunikasi merupakan subdisiplin sosiologi yang secara khusus mempelajari dan mengkaji interaksi sosial. Interaksi sosial tersebut merujuk pada suatu hubungan dimana terjadi proses saling pengaruh dan mempengaruhi antara individu satu dengan individu yang lainnya atau antar kelompok serta memiliki kaitan erat dengan public speaking yaitu bagaimana cara seseorang berbicara menyampaikan sesuatu kepada publik.

B.     Tokoh-Tokoh Sosiologi Komunikasi

Aliran pemikiran yang melahirkan paradigma sosiologi komunikasi ada 2 yakni:

1.      Struktural Fungsional

a.       August Comte

b.      Emile Durkheim

c.       Talcot Parson

d.      Robert  K.Merton

2.      Konflik dan Kritis

a.       Karl Mark

b.      Jurgen Habermas

c.       Jhon Dewey

C.    Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi

              Ruang lingkup sosiologi komunikasi berbeda dengan objek ilmu sosiologi pada umumnya. Ruang lingkup sosiologi komunikasi ini berupa individu-kelompok-masyarakat-dunia-dan segala interaksinya. Hal itu dikarenakan objek sosiologi komunikasi tersebut dipisah dan diklarifikasikan sebagai sesuatu yang menyampaikan informasi dan menerima suatu informasi yang tersampaikan. Sehingga, semua interaksi inilah yang membedakan antara objek sosiologi komunikasi dengan objek sosiologi pada umumnya.[2]

1.      Telematika dan Realitas, segala interaksi yang terjadi dapat berupa telematika dan realitasnya yang biasanya menyangkut pada suatu persoalan teknologi media, komunikasi, sampai dengan persoalan konvergensi yang ditimbulkan. Perkembagan dari objek ini sangat mempengaruhi perkembangan media massa yang memberikan efek pada masyarakat.

2.      Efek Media, merupakan suatu perangkat dalam kehidupan masyarakat yang turut ikut serta dalam mengubah pola hidup masyarakat. Awalnya bersifat agraris lalu berubah menjadi kota. Salah satu dampak dari aktivitas masyarakat terhadap media massa yang bersifat modern atau biasa disebut dengan komunikasi massa adalah pertumbuhan urbanisme pada lapisan masyarakat.

3.      Norma Sosial Baru, pergeseran norma-norma sosial dalam suatu lapisan masyarakat menjadi norma-norma baru merupakan akibat dari pola hidup yang mulai bergeser yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah semakin majunya teknologi.

4.      Cyber Community, ini bisa timbul karena berkaitan dengan norma sosial baru. Hal ini dikarenakan membuat setiap orang bergerak pula bahkan masyarakat akan bergeser membentuk suatu komunitas yang berkomunikasi melalui media teknologi dan informasi. Contohnya dalam kehidupan sehari-hari orang tidak akan susah untuk pesan segala kebutuhannya sehingga ia cukup dirumah berbaring sambil pesan lewat aplikasi.

5.      Perubahan Sosial dan Komunikasi, akan semakin terasa efeknya karena perubahan sosial komunikasi akan mengubah banyak hal di berbagai aspek salah satunya masyarakat yang awalnya hidup berdampingan akan terasa jauh karena budaya tegur sapa pun tergantikan oleh media teknologi.

6.      Hukum Bisnis Media, muculnya undang-undang atau peraturan tentang IT karena efek dari media massa.

            Sedangkan menurut Burhan Bungin. Sosiologi komunikasi terdiri dari empat konsep yang sekaligus menjadi ruang lingkup sosiologi komunikasi yaitu:[3]

1.      Sosiologi, kata sosiologi berasal dari kata “sofie” artinya adalah bercocok tanam. Kemudian kata ini berkembang menjadi “socius” yang artinya dalam bahasa latin ialah berarti teman atau kawan. Kata tersebut berkembang lagi menjadi kata sosial yang artinya adalah berteman atau berserikat. Kata sosial secara khusus bertujuan untuk mengartikan semua hal yang berhubungan dengan berbagai kejadian yang terjadi dalam masyarakat yakni persekutuan atau perkumpulan manusia dalam meraih tujuannya dan memperbaiki kehidupan bersama. Sedangkan, menurut Pitirin Sorokin (Soekanto, 1:9200) beliau mengutarakan sosiologi ialah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam-macam gejala-gejala sosial misalnya antara gejala agama dan ekonomi, hukum dengan ekonomi, masyarakat dengan politik, dan lain sebagainya.

2.      Masyarakat, Ralph Linton (Soekanto:24:2003) mengatakan bahwa masyarakat merupakan sekelompok manusia atau sekelompok orang yang telah hidup dan bekerja sama dalam waktu yang cukup lama, sehingga mereka dapat mengatur diri dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batasan yang dirumuskan jelas. Sedangkan menurut Selo Soemardjiman (Soekanto,24:2003) mengutarakan bahwa masyarakat ialah sekumpulan orang yang hidup bersama yang menghasilkan suatu kebudayaan. Berdasarkan penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa masyarakat adalah kumpulan orang atau manusia yang hidup bersama dalam rentang waktu yang cukup lama tinggal di suatu wilayah atau daerah tertentu sehingga memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kumpulan manusia tersebut. Hubungan yang terjadi antara manusia kemudian menghasilkan suatu keinginan, kepentingan, kesan, perasaan, dan penilaian. Keseluruhan tersebut kemudian mewujudkan adanya suatu sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam lapisan masyarakat tersebut. Dalam sistem hidup itu, maka muncul suatu budaya yang mengikat antara satu manusia dengan manusia yang lainnya atau terjadi interaksi satu sama lain yang menghasilkan suatu adat istiadat.

3.      Komunikasi, adalah interaksi sosial melalui pesan-pesan. Menurut Onong Uchyana (2002:11) mengatakan komunikasi merupakan sebagai proses, yang pada hakikatnya proses penyampaian pikiran atau perasaan seseorang komunikator kepada orang lain atau komunikan. Lingkup komunikasi menyangkut berbagai persoalan yang terkait dengan aspek interaksi sosial orang-orang dalam masyarakat termasuk komunikasi langsung maupun menggunakan media komunikasi.

4.      Teknologi media informasi, bukan hanya sebuah perangkat keras atau lunak pada teknologi komputer yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi. Akan tetapi, teknologi media informasi merupakan teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi

D.    Manfaat Sosiologi Komunikasi

            Manfaat yang bisa kita dapat dari mempelajari ilmu sosiologi komunikasi adalah kita akan mengerti dan memahami sosiologi komunikasi beserta dampaknya yang memberikan perubahan sosial atau revolusi sosial.[4] Seseorang yang mempelajari ilmu ini akan sangat paham dan mengerti problematika dalam interaksi sosial sehingga tidak gampang terpengaruh dan tidak gampang mengikuti arus yang buruk ketika terjadi perubahan sosial dalam masyarakat. Jika kita mempelajari ilmu sosiologi komunikasi maka kita dapat menyelaraskan diri kita dalam kehidupan bersosial masyarakat dan bertetangga atau dengan kata lain kita dapat mengendalikan diri dari globalisasi serta modernisasi yang tidak dipungkiri memberikan dampak pada sosial.[5]

            Manfaat sosiologi komunikasi akan kita rasakan dampaknya pada diri kita yakni menambah pengetahuan dan wawasan mengenai tatacara berkomunikasi yang baik antar sesame individu atau kelompok. Selain itu, kita dapat mudah diterima di lingkungan masyarakat, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, memiliki rasa percaya diri dan tidak minder hal ini dapat berguna dalam melakukan hubungan sosial dengan masyarakat yang baik. Serta dapat berfikir kritis terhadap hal-hal sosial disekitar kita serta mengetahui bagaimana cara menyelesaikan dengan baik.[6]

 

 



[1] RW Permata, ‘Landasan Teori Sosiologi Komunikasi’, 2017, 1–42 <http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/139/>.

[2] Mustain Mashud, ‘Konsep Dan Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi’, 2019, 1–70.

[3] ‘Gambaran Umum Sosiologi Dan Komunikasi’.

[4] Mira Hasti Hasmira and Ike Sylvia, ‘Bahan Ajar (Bahan Ajar (Hand Out))’, 2019, 1–61.

[5] A.S. Haris Sumadiria, ‘Sosiologi Komunikasi Massa’, 2013, 284.

[6] ‘Gambaran Umum Sosiologi Dan Komunikasi’.